Musium Louvre di Prancis

Louvre pada awalnya dirancang oleh seorang pria Perancis bernama Philip Augustus II pada abad ke-12.

Pada awalnya, Louvre dibuat sebagai benteng pertahanan.

Benteng ini lantas diperluas sedikit demi sedikit hingga menjadi istana tempat bersemayam raja-raja Perancis.

Pada tahun 1682, Louis XIV memutuskan pindah ke Istana Versailles sebagai tempat kediamannya sehingga Louvre berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan berbagai koleksi kerajaan.

Selama Revolusi Prancis, Louvre diubah menjadi museum untuk menyimpan berbagai benda berharga.

Saat ini, terdapat hampir 35.000 objek dari tahun 6000 SM hingga abad ke-19 dipamerkan di area seluas 60.600 meter persegi.

Sejak tahun 2008, koleksi museum dibagi menjadi delapan kelompok besar: Egyptian Antiquities; Near Eastern Antiquities; Greek, Etruscan, and Roman Antiquities; Islamic Art; Sculpture; Decorative Arts; Paintings; Prints and Drawings.

Saat ini, Louvre menjadi salah satu museum terbesar dan paling banyak dikunjungi di dunia.

Monalisa, salah satu lukisan paling terkenal karya Leonardo Da Vinci disimpan di dalam museum ini. Selama ini Museum Louvre di Paris, Perancis, dikenal karena adanya lukisan Monalisa yang cantik di dalamnya. Piramida Louvre yang tampak megah di tengah-tengah halamn Museum Louvre menjadi saksi bagaimana ramainya pengunjung yang ingin melihat keindahan sang Monalisa itu. Museum nasional yang dulu adalah bekas istana raja Perancis itu mencatat bahwa ada 8,5 juta pengunjung setiap tahunnya untuk melihat koleksi benda seni yang bersejarah di dalamnya. Namun tahukah Anda, bahwa di salah satu bagian museum itu ternyata ada aneka rupa peti mumi, sesajian untuk para Firaun (Paraoh) dan masih banyak berbagai peninggalan peradaban Mesir kuno. Nuansa mistis dan seram tidak dapat dipisahkan dari apa yang ada di dalam museum tersebut. Bangunan museum super besar yang berbentuk angkare (U) dengan empat lantai, 3 di atas tanah dan 1 lanti di bawah tanah ternyata juga penuh dengan misteri benda-benda Mesir Kuno.

Menyingkap bagian museum yang berisi Egyptian Antiquities, yang dirintis Jean Francois Champollion itu para pengunjung akan langsung disambut oleh patung Sphinx. Kemudian semakin ke dalam, ada banyak peti mumi yang tersimpan rapi dalam kotak kaca. Yang tampak menyeramkan adalah, peti-peti mumi itu berbentuk patung wajah raja-raja Mesir kuno dengan sorot mata yang tajam. Menyeramkan bukan?

Selain mumi, ada juga banyak sesajian yang disertakan di sana. Ada patung dewa-dewa Mesir kuno seperti Osiris, Horus, dan Anubis. Jika para pengunjung datang di saat museum sepi, aroma mistis akan terasa sekali dan membuat bulu kuduk berdiri. Patung-patung Firaun yang lumayan banyak mulai dari Akhenaton hingga Imhotep, bahkan patung Firaun Ramesses II yang diyakini sebagai Firaun yang hidup di masa Nabi Musa itu semakin menambah nuansa mistis yang ada di dalam museum itu.

Tidak ada salahnya para pengunjung menguji keberaniannya dengan datang di Museum Louvre di saat sepi, khususnya ke bagian peninggalan Mesir kuno.

Sumber dari http://www.amazine.co/19200/bagaimanakah-sejarah-museum-louvre-di-paris/ dan http://www.iberita.com/12232/mengungkap-sisi-lain-museum-louvre

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *