Lukisan Monalisa

Lukisan Monalisa bisa dikatakan sebuah karya seni yang mengagumkan. Lukisan Monalisa adalah sebuah lukisan tua yang telah berusia lebih dari 500 tahun yang digantung di sebuah sudut dinding Museum Louvre di kota Paris, Perancis. Mona Lisa, atau La Gioconda (La Joconde), merupakan lukisan minyak di atas kayu poplar yang dibuat oleh Leonardo da Vinci pada abad ke-16. Nama ataupun judul lukisan Mona Lisa berasal dari biografi Giorgio Vasari tentang Leonardo da Vinci, yang terbit 31 tahun setelah ia meninggal dunia. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa perempuan dalam lukisan ini adalah Lisa Gherardini, istri seorang pengusaha Firenze yang kaya bernama Francesco del Giocondo. Mona dalam bahasa Italia adalah singkatan untuk madonna yang artinya adalah “nyonyaku”. Sehingga judul lukisan artinya adalah Nyonya Lisa. Dalam bahasa Italia biasanya judul lukisan ditulis sebagai Monna Lisa.

Lukisan Monalisa adalah salah satu karya kesayangan Leonardo da Vinci. Hal Ini terbukti karena da Vinci selalu membawa lukisan tersebut kemanapun ia pergi hingga ia meninggal dunia. Pada tahun 1516, da Vinci diundang untuk melukis oleh Raja Francois I di Prancis. Raja yang kagum pada karya-karya da Vinci membeli sejumlah lukisan sang maestro termasuk lukisan Monalisa dan kemudian memajangnya di istana Château Fontainebleau. Selanjutnya, Raja Louis XIV memindahkan lukisan ke istana Versailles. Setelah Revolusi Perancis, lukisan berpindah lagi ke istana (sekarang museum) Louvre. Penguasa terkenal pasca Revolusi Perancis, Napoleon I bahkan juga pernah menggantung lukisan Monalisa di kamar pribadinya.

Peristiwa mengejutkan terjadi pada 21 Agustus 1911 ketika Monalisa dicuri oleh seorang karyawan museum berkebangsaan Italia, Vincenso Peruggia. Dia menyimpan Monalisa selama 2 tahun di loteng kamarnya di Paris. Tahun 1913, Peruggia membawa pulang Lukisan Monalisa ke Italia dan mencoba menjualnya. Dia kemudian tertangkap, namun masyarakat Italia justru menganggap Peruggia sebagai pahlawan karena berhasil mengembalikan Monalisa ke tanah airnya. Setelah diperlihatkan ke publik, Pemerintah Italia akhirnya mengembalikan Monalisa kembali ke ‘rumah’ di Museum Louvre, Perancis.

Pada tahun 1962, Lukisan Monalisa sempat berkunjung ke Negara Paman Sam, AS untuk dipamerkan di museum National Gallery. Tahun 1974, bertualang ke Moskow dan Tokyo, di mana jumlah pengunjung pameran hampir mencapai dua juta orang hanya dalam beberapa hari saja. Adalah sebuah rekor jumlah kunjungan museum yang sampai sekarang belum terpecahkan.

Banyak yang menyukai lukisan Monalisa namun bahkan tidak sedikit pula yang membencinya. Tahun 1956, Monalisa dilempari asam hingga menyebabkan sedikit kerusakan di bagian bawah lukisan. Selanjutnya terkena lemparan batu yang mengakibatkan lukisan mengalami lecet di beberapa bagian. Tahun 1974, Pemerintah Jepang menghadiahi Monalisa bingkai kaca anti peluru yang berpenyejuk udara. Sejak saat itu Monalisa sudah mulai aman dari gangguan tangan-tangan jahil.

Hingga saat ini keberadaan Lukisan Monalisa masih diwarnai tanda tanya besar terutama yang berkaitan dengan subjek lukisannya. Memang pendapat umum yang diterima semua kalangan Monalisa adalah Lisa del Giocondo (Lisa Gherardini), tapi ternyata ada ahli yang mengatakan bahwa Monalisa sebenarnya adalah potret diri Leonardo da Vinci yang dilukis berwujud perempuan, sementara juga ada yang mengatakan Monalisa adalah ibu kandung dari da Vinci. Opini lain menyebutkan bahwa Monalisa adalah Pacifica Brandano, Constanza d’Avalos dan bahkan Isabella of Aragon yang merupakan istri terakhir dari da Vinci. 

Sumber dari http://www.kumpulansejarah.com/2013/08/sejarah-panjang-pembuatan-lukisan.html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *