Apa itu Guillotine?

Guillotine adalah alat eksekusi yang berfungsi memenggal kepala terhukum yang dinyatakan bersalah.

Guillotine memiliki bingkai tinggi dari kayu untuk menggantung mata pisau miring berukuran besar yang digunakan untuk memenggal kepala. Alat ini juga dilengkap dengan semacam “kerah” untuk tempat leher terpidana.

Selain itu, sebagian guillotine juga memiliki keranjang untuk wadah kepala yang terputus sehingga tidak terpental atau menggelinding liar.

Sebelum eksekusi dilakukan, leher terhukum ditempatkan di kerah sehingga terkunci dan tidak bisa bergerak.

Algojo lantas melepaskan tali atau tuas yang menyebabkan pisau jatuh melalui bingkai kayu sehingga memenggal kepala terhukum dengan seketika.

Guillotine dikenal penggunaannya di Perancis terutama pada selama Revolusi Perancis dan Pemerintahan Teror.

Berbagai bentuk guillotine telah digunakan sejak abad ke-14. Irlandia dan Skotlandia tercatat menggunakan perangkat seperti guillotine yang disebut Scottish Maiden yang menggunakan mata pisau lurus. Italia dan Swiss juga menggunakan alat serupa di abad ke-15.

Namun Perancis adalah negara yang memperbaiki desain guillotine dengan memperkenalkan mata pisau miring.

Di Perancis, guillotine digunakan untuk alat eksekusi hingga tahun 1977. Empat tahun kemudian, hukuman mati dilarang di Perancis.

Guillotine diusulkan oleh Dokter Joseph-Ignace Guillotin, anggota Majelis Nasional Revolusioner, pada tahun 1790-an.

Dia merasa bahwa perangkat mekanik untuk eksekusi akan lebih manusiawi dan efisien daripada metode sebelumnya.

Sebelum pengenalan guillotine, anggota bangsawan dipenggal kepalanya dengan pedang atau kapak yang kadang-kadang tumpul, sehingga diperlukan beberapa tebasan yang membuat terhukum tersiksa dalam waktu lama.

Petani, di sisi lain, dibakar di tiang, digilas dengan roda, atau dieksekusi dalam beberapa metode yang tidak efisien dan menyakitkan.

Majelis Nasional juga merasa bahwa penggunaan perangkat yang seragam akan menjamin kondisi hukuman egaliter.

Itu sebab, guillotine mulai diadopsi pada 20 Maret 1792 dan digunakan hampir secara eksklusif sampai tahun 1977.

Satu-satunya pengecualian eksekusi menggunakan guillotine adalah pada kejahatan tertentu terhadap keamanan negara yang dihukum oleh regu tembak.

Antoine Louis, anggota Academy of Surgeons, adalah orang pertama yang membuat guillotine fungsional, yang awalnya disebut Louison atau Louisette sebelum pers mengadopsi guillotine sebagai nama resmi.

Louis membuat beberapa perubahan desain dasar diantaranya dengan menambahkan lunette -dua bagian kerah melingkar yang digunakan untuk menahan leher terhukum- dan mata pisau miring.

Guillotine hasil penyempurnaan ini pertama kali digunakan pada 25 April 1792 untuk mengeksekusi Nicolas Pelletier, seorang penyamun terkenal.

Banyak bangsawan terkenal Perancis dieksekusi dengan guillotine selama Pemerintahan Teror yang berlangsung dari Juni 1793 hingga Juli 1794 seperti Marie Antoinette, Louis XVI, dan Maximilien Robespierre.

Tidak jelas berapa banyak orang yang dieksekusi dengan guillotine selama Pemerintahan Teror. Perkiraan menyebutkan variasi angka antara 15.000 sampai 40.000 orang.

Kebanyakan eksekusi dilakukan di depan umum dan eksekusi publik terus dilakukan di Perancis sampai tahun 1939.

Sumber dari http://www.amazine.co/25184/apa-itu-guillotine-fakta-sejarah-informasi-lainnya/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *