Prancis dan Hijab

Sebuah pengadilan banding Prancis, yang menangani kasus hak agama yang diperdebatkan dengan hangat, menguatkan pemecatan seorang pekerja penitipan anak yang beragama Islam dan memakai jilbab.

Dasar keputusan tersebut adalah karena tempat penitipan anak itu telah menuntut netralitas yang kuat terkait agama dari para pegawainya.

Keputusan pengadilan Paris itu diumumkan pada saat yang sama saat para pengacara Prancis membela larangan pemakaian cadar di muka umum pada Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa di Strasbourg.

Kedua kasus tersebut telah membelah opini publik di Prancis selama bertahun-tahun, dimana larangan tersebut mendapat dukungan publik yang luas namun dianggap diskriminatif oleh banyak Muslim.

Prancis memiliki komunitas minoritas Muslim yang terbesar di Eropa, diperkirakan berjumlah sekitar lima juta orang, namun juga memiliki beberapa aturan paling membatasi ekspresi keyakinan di muka publik.

“Sebuah lembaga negara telah menegaskan kekuatan dari prinsip sekularisme,” ujar Richard Malka, pengacara tempat penitipan anak Baby Loup.

Kelompok hak-hak Muslim, The Collective against Islamophobia in France (CCIF), mengecam keputusan itu sebagai “skandal yudisial” yang dapat diartikan bahwa “tidak ada seorang pun yang dilindungi dari penghakiman atas agama, etnis atau akar sosial.”

Sumber dari http://www.voaindonesia.com/content/perancis-tegaskan-pembatasan-atas-jilbab-dan-cadar/1799356.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *