Carlos The Jackal akan diadili lagi

Terpidana terkenal yang dijuluki Carlos the Jackal, disidangkan lagi di Prancis untuk kasus pembunuhan tahun 1974 terhadap dua orang.
Nama aslinya Ilich Ramirez Sanchez, ia menganggap dirinya seorang revolusioner internasional yang melancarkan serangkaian serangan menghebohkan, termasuk serangan terhadap markas besar organisasi negara-negara pengkespor minyak OPEC di Wina, tahun 1975 dan menyandera puluhan orang –tiga di antaranya dibunuh.

Setelah buron bertahun-tahun, ia ditangkap pada tahun 1994 di Sudan, dan dikirim ke Prancis, karena di negara itu ia melakukan sejumlah serangan yang menewaskan sejumlah orang.
Sesudah itu ia disidangkan untuk berbagai kasus terorisme, dan mendapat empat kali hukuman seumur hidup.
Tahun 1997 ia mendapat hukuman seumur hidupnya yang pertama untuk pembunuhan dua polisi dan seorang warga sipil lebih dari dua dasawarsa sebelumnya.

Tahun 2011 ia dijatuhi penjara seumur hidup kedua untuk sejumlah serangan di sebuah kereta tahun 1982 dan 1983, stasiun kereta di Marseille dan kantor sebuah koran di Paris.
Lalu ia mendapat hukuman seumur hidup lagi untuk kasus serangan yang menewaskan 11 orang dan melukai 150 orang –untuk kasus ini ia mengaku tak bersalah.
Surat kabar Prancis Le Figaro, hari Selasa (07/10) melaporkan, seorang hakim memerintahkan dilakukannya penuntutan terbaru, untuk klasus serangan granat terhadap sebuah apotek di Paris pada 15 September 1974.

Ramirez alias Carlos the Jackal adalah salah satu teroris internasional paling terkenal sebelum munculnya gejala terorisme yang membawa-bawa agama.
Ramirez melancarkan berbagai aksinya untuk kemerdekaan Palestina, khususnya dengan kelompok PFLP.
Ia dikeluarkan dari PFLP oleh pemimpinnya, Waddi Hadda, karena dianggap gagal membunuh menteri Iran dan Arab Saudi dalam penyerbuan markas besar OPEC di Wina, selain dituding menggelapkan uang.

Sumber dari http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141007_carlos_jackal_retrial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *