Serangan Paris Dorong Proyek Antiteror Eropa

Mogherini: Akan dibentuk kerja sama dengan Turki, Yaman, Mesir, Aljazair dan negara Teluk.
Mogherini: Akan dibentuk kerja sama dengan Turki, Yaman, Mesir, Aljazair dan negara Teluk.

Negara-negara Eropa sepakat meluncurkan ‘program-program’ antiteror bekerjasama dengan negara mayoritas Muslim dan meningkatkan ketrampilan bahasa Arab terkait serangan Charlie Hebdo di Paris.

Ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, menyampaikan kebijakan ini setelah perundingan di Brussels, Belgia, namun tanpa rincian lebih lanjut.
Mogherini mengatakan sejumlah proyek akan dibentuk bekerja sama dengan Turki, Yaman, Mesir, Aljazair, dan negara Teluk.
Uni Eropa akan meningkatkan berbagi informasi intelijen dalam organisasi dan dengan negara-negara yang terkena pengaruh terorisme.
Pejabat EU ini juga mengatakan akan dilakukan peningkatan usaha mencegah pendanaan jaringan teroris sementara pejabat keamanan akan ditunjuk pada sejumlah misi asing Uni Eropa.
Dua puluh delapan menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Brussels menjelang KTT pada tanggal 12 Februari.
Upaya bersama Uni Eropa ini muncul setelah kelompok bersenjata Islam membunuh 17 orang pada serangan kembar di Paris pada awal bulan ini.
Dua penyerang di Paris memiliki kaitan dengan kelompok yang bermarkas di Timur Tengah dan mereka mengatakan mengatakan ‘sedang membalas dendam’ atas penerbitan kartun Nabi Muhammad pada majalah Charlie Hebdo.
Dua bersaudara Kouachi menerobos kantor majalah dan menembak dengan menggunakan senjata otomatis sedangkan pria ketiga membunuh empat warga Yahudi pada sebuah toko serba ada kosher.
Seorang polisi wanita juga tertembak mati.

 

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *